Bhumi Organik percaya bahwa natural flavor should stay natural. Rasa manis vanila yang sesungguhnya datang dari proses alami, bukan dari perisa sintetis.
Apa yang Membuat Vanila Bhumi Organik Spesial?
Varietas Vanilla Planifolia dari Alor, Nusa Tenggara Timur resmi diakui Kementerian Pertanian sebagai salah satu varietas unggulan Indonesia. Dibanding daerah lain, Alor punya karakter tanah kering dan iklim panas yang justru bikin aroma vanilanya lebih kuat dan pekat (Kementerian Pertanian RI).
Penelitian dari Balittri (2014) mencatat bahwa varietas ini bisa tumbuh stabil di ketinggian 0–1.500 mdpl dengan kualitas aroma yang konsisten dan kadar vanilin tinggi (Littri, 2014). Kemudian, kadar vanilin pada vanila Indonesia, termasuk Alor bisa mencapai 1,2–3,5% yaitu masuk kategori premium secara global (Frontiers in Sustainable Food Systems, 2024).
Vanila dikenal sebagai salah satu komoditas paling rumit di dunia. Setelah diserbuki, buahnya butuh waktu sekitar 9 bulan untuk matang. Begitu dipetik pun, polong harus direndam, difermentasi, lalu dijemur selama berminggu-minggu supaya aroma manisnya benar-benar keluar.
Kalau terlalu cepat, aromanya belum terbentuk. Kalau terlalu lama, rasanya bisa berubah. Karena itu, di Alor, prosesnya banyak dilakukan manual dan petani kami tahu kapan waktu yang pas hanya dari warna dan aromanya.
Kenapa Vanilla Alor?
Bhumi Organik berkomitmen pada kejujuran rasa. Vanila dari Alor tumbuh tanpa bahan kimia, diproses sederhana, dan punya aroma khas yang sulit ditiru. Kami juga bekerja sama dengan petani lokal untuk memastikan hasilnya bukan cuma berkualitas, tapi juga berkelanjutan. Sistem tanamnya menjaga tanah tetap subur dan minim limbah, sejalan dengan prinsip organic living yang Bhumi Organik pegang.
Temukan Vanilla Alor Bhumi Organik dan rasakan keasliannya.